Nyoba Kwetiau Goreng Botak Cun khas Medan yang katanya legendaris

Waktu lewat depan sekolah Tarakanita Gading Serpong, aku liat ada kwetiau goreng khas medan yang nggak lama baru buka. Kwetiau gorengnya khas Medan, ini yang bikin aku tertarik untuk nyoba.

(Gambar diatas ini akun lama, sejak 30 September 2021, Kwetiau Goreng Botak Cun ngepost di akun Instagram baru, jadi @botakcunidn)

———

Kwetiau gorengnya digoreng dengan kompor arang, dan yang bikin aku penasaran, di spanduk ada kata legendaris.

Dari segi harga sih standard harga kwetiau goreng pada umumnya, masih dalam sekitaran harga 35-55an ribu.

Karena aku terbiasa pesan kwetiau goreng dicampur dengan mie tiap makan yang khas Medan, aku coba tanya apa bisa pesan seperti itu, karena di menu cuma ada pilihan kwetiau aja, mie aja, dan bihun aja, nggak ada pilihan campur.

Biasanya walau di menu nggak ada pilihan campur, kwetiau dicampur mie goreng udah hal yang biasa, apalagi bagi yang biasa makan yang khas Medan, kwetiau mie goreng itu bukan hal yang aneh.

Rupanya disini nggak bisa pesan begitu, akhirnya aku pesan kwetiau aja. Mungkin ini memang peraturan mereka seperti itu supaya nggak ribet atau apa lah mereka punya alasan sendiri.

Ini nih, yang masak ini Botak Cun, yang wajahnya terpampang di spanduk. Dengan kompor arang dan api besar, kwetiau goreng ini dimasak.

Aku pesan kwetiau goreng lengkap seharga 48.000, porsinya menurutku agak lebih dikit dibanding tempat lain. Dari segi porsi sih aku cukup kaget dengan harga segitu porsinya cukup dikit.

Aku pesan untuk bawa pulang, dapat sumpit, acar bawang, sambal ijo, dan lemak babi garing.

Kwetiau lengkap ini bertopping udang, lapciong, bakso ikan dan babi merah (chasio).

Saat pandangan pertama, aku kaget kwetiau punyaku ini agak lebih pucat dibanding kwetiau goreng ala Medan biasanya. Ntah memang kebetulan punyaku pucat atau style Botak Cun memang begini, aku nggak tau.

Suapan pertamaku cuma coba kwetiaunya tanpa topping dan tanpa sambal, rasanya nggak wow di lidah. Nggak smokey, nggak berasa wok hei-nya. Kata wok hei dari bahasa canton, yang secara singkat artinya smokey hasil dari wok / kuali.

Tadinya kupikir bakalan wow karena katanya legendaris.

Setelah kucampur acar bawang dan cabe ijo, sambal ijo, lemak babi garing, lalu kuaduk rata, kucoba kwetiaunya aja juga menurutku biasa aja sih. Aku nggak menemukan cita rasa Medan di seporsi kwetiau goreng ini.

Aku baru ngerasa kwetiaunya lumayan enak dan wangi waktu dimakan bareng lapciong, babi merah, dan lemak babi garing. Kalau cuma makan sesuap kwetiau aja tanpa topping, bagiku biasa banget.

Kwetiaunya justru jadi lebih wangi dan gurih karena adanya lemak babi goreng garing, juga wangi dari acar bawang merah dan cabe ijo. Sambal ijonya sendiri menurutku nggak terlalu berperan banyak, karena menurutku sambal ijonya terlalu encer.

Kesimpulan dariku, kalau dari harga dan rasa, seporsi 48.000 mahal bagiku, aku nggak ngerasa puas di tiap suapan bahkan sampai suapan terakhir nggak terlalu berkesan.

———

UPDATE :

Sejak 30 September 2021, Kwetiau Goreng Botak Cun ngepost di akun Instagram baru, jadi @botakcunidn

Akun lamanya @kwetiaugorengbotakcun berubah jadi kosong

Katanya sih dulu bukan dikelola sama Botak Cun dan dulunya pakai tukang masak yang kurang cocok

—————————————–

Semua review makanan dan minuman di blog ini murni tulisan pribadi dan review jujur dari hati.
Maaf, aku nggak terima endorse atau review bayaran karena aku nggak mau review di blogku ini jadi tulisan palsu karena dibayar untuk tulis yang bagus-bagus.

Apa komentarmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s