Nyobain mie instan rasa keju Meeju Classic Cheese dan Spicy Bulgogi Cheese

Gara-gara kemakan iklan di Instagram, aku nyoba beli mie instan rasa keju yang harganya mahal ini, sebungkus 18.000 dan cuma ada di Alfamart

Meeju ini katanya pelopor mie keju di Indonesia, iya, belum pernah ada mie instan yang fokus dengan rasa keju sebelumnya.

Meeju ini bisa langsung diseduh dalam bungkusnya, tapi berhubung aku mau foto bumbunya lebih jelas jadi bumbunya kutuang ke mangkok supaya aku bisa aduk dengan gampang.

Dalamnya ada garpu lipat dan bungkusan bumbu.

Di tiap kemasan, ada bumbu kental padat, bubuk cabe, dan bumbu bubuk. Waktu aku tuang semua bumbu sih nggak terhirup aroma yang aneh dari bumbunya.

Lalu aku tuang air panas ke kemasan, aku tutup, dan tunggu 3 menit lebih. Di menit ke 2, aku buka dan aduk mienya biar mie bisa tertutup air panas secara merata.

Setelah itu aku angkat mienya dan kupindahkan ke mangkok. Awalnya aku coba cara yang dianjurkan, robek sedikit dibagian pinggir atas kemasan tapi menurutku kurang lancar, karena kemasannya jadi panas banget, makanya aku milih angkat mienya dengan garpu panjang punyaku di rumah, bukan pakai garpu plastik yang ada di kemasan.

Ini dia setelah mie diaduk. Sewaktu aku aduk, aku merasakan aroma yang nggak sedap. Ini menurutku lho ya.

Meeju Classic Cheese, karena feelingku ini kurang sedap, maka aku coba 1 helai, dan rasanya menurutku aneh. Kejunya nggak terlalu berasa seperti ekspektasiku, ada sedikit rasa pedas, dan bagiku nggak enak.

Meeju Spicy Bulgogi Cheese, ini juga kucoba 1 helai juga, menurutku jauh lebih aneh dibanding yang classic cheese. Aku nggak ngerasa asin atau apapun dari yang ini, yang aku rasa cuma aneh aja di lidah. Menurutku kalau dimakan sampai habis sih bakalan enek banget.

Aku cuma coba sehelai untuk tiap rasa, udah, begitu aja, sisanya kubuang. Karena kucobain bareng teman juga pada nggak suka.

Bye 36.000 yang melayang sia-sia.

Menurutku ini produk lokal yang mahal banget, dan nggak memuaskan.

Dengan 18.000, aku bisa beberapa bungkus mie instan yang ada dagingnya, itupun juga jauh lebih enak dan puas.

Mienya susah diaduk karena bumbunya kental padat, beda dengan Indomie goreng yang masih ada minyak-kecap-saos yang bikin mie jadi licin untuk diaduk.

Mungkin kalau diaduk dalam kemasan, bumbunya jadi lebih gampang lumer di dalam dan gampang diaduk.

Kesimpulannya, 2 rasa Meeju ini nggak cocok bagiku. Kalau kuliat di Instagram Meeju, rupanya banyak yang bilang rasanya aneh dan nggak enak, tapi ada juga yang bilang enak.

Balik lagi ke selera masing-masing ya. Kalau penasaran, cobain aja rame-rame dengan teman atau keluarga.

—————————————–

Semua review di blog ini murni tulisan pribadi dan review jujur dari hati.
Maaf, aku nggak terima endorse atau review bayaran karena aku nggak mau review di blogku ini jadi tulisan palsu karena dibayar untuk tulis yang bagus-bagus.

Apa komentarmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s